Selamat Hari Dokter Indonesia!
Tanggal 24 Oktober ternyata adalah Hari Dokter Indonesia.
Untuk menyambut hari yang spesial ini, saya ingin menyampaikan opini singkat tentang sistem pendidikan kedokteran di Indonesia dan harapan-harapan saya agar bidang kesehatan di Indonesia dapat menjadi lebih baik. Harap dicatat bahwa apa yang saya tulis dibawah adalah opini pribadi saya.
Saya beruntung bisa berdiskusi dengan beberapa mahasiswa kedokteran di salah satu universitas negeri, dan setelah mendengar cerita mereka, saya menyimpulkan bahwa ternyata dunia pendidikan kedokteran penuh dengan intrik dan konflik yang pelik.
Kondisinya seperti ini, ketika seseorang masuk untuk belajar di fakultas kedokteran, jalan hidup mereka kedepannya seperti sudah diatur, 4 tahun kuliah, 2 tahun ko-as, dll (saya tak begitu hafal jalurnya). Ibaratnya, mereka seperti tidak punya banyak pilihan. Karena itu, mereka harus sangat berhati-hati untuk ‘menjaga kepercayaan’ dari para dosen mereka, karena sekali mereka kehilangan kepercayaan itu, akan berdampak langsung dengan kehidupan akademik mereka di kemudian hari. Syukur-syukur apabila mereka punya kerabat yang sudah menjadi dokter, karena mungkin akan “sedikit” dimudahkan di kehidupan akademik.
Hal diatas menimbulkan sebuah keteraturan, tetapi keteraturan yang kurang sehat. Analoginya seperti keteraturan ketika jaman pak Harto berkuasa. Semua orang teratur, tetapi karena takut. Tak berani melawan. Apabila sistem pendidikan kedokteran terus seperti ini, ditakutkan fakultas-fakultas kedokteran dari berbagai universitas di Indonesia akan menghasilkan dokter-dokter yang “insensitive” (saya bingung menemukan kata yang tepat).
Sebenarnya, sudah ada beberapa anggapan masyarakat yang cukup meluas di Indonesia, seperti misalnya orang-orang yang lebih prefer membawa anggota keluarga mereka yang sakit ke Singapura. Mungkin ini adalah dampak tidak langsung dari sistem pendidikan kedokteran di negeri ini.
Harapan saya, semoga transformasi dunia kedokteran cepat terjadi, semoga orang-orang baik di dunia kedokteran dapat segera stand-up dan memulai kebebasan berpikir dan perbaikan budaya di dunia pendidikan kedokteran.
Akhir kata, semoga dunia kedokteran Indonesia semakin maju, dan semoga pendidikan kedokteran di Indonesia dapat menghasilkan dokter-dokter yang berkarakter, dan dikenal bukan karena kehebatan skillnya tetapi karena teladan hidupnya selama melayani masyarakat di bidang kesehatan. (Seperti dr. Oen di Solo :p)
Hidup Dokter Indonesia!!
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment
Tags: dokter, fk, indonesia, kedokteran, pendidikan

No Responses Yet to “Selamat Hari Dokter Indonesia!”